Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

12 Mei 2011

Barcelona Juara La Liga

Meski hanya bermain imbang melawan Levante di Stadion Ciutat de Valencia, Kamis dinihari WIB, 12 Mei 2011. Tapi el barca memastikan kemenangannya setelah mengumpulkan 92 poin dari 36 pertandingan.


Melawan Levante, Barcelona memang hanya membutuhkan hasil imbang melawan Levante untuk mengakhiri perlawanan Real Madrid dalam perebutan gelar juara La Liga.

Torehan tersebut tidak bisa dikejar Madrid dalam dua laga tersisa. Los Blancos berada di posisi kedua dengan 86 poin. Meski Madrid masih berpeluang menyamai torehan poin Barcelona, namun tim besutan Josep Guardiola itu unggul head-to-head dengan Madrid.

Ini adalah gelar La Liga ke-21 Barcelona, dan yang ketiga beruntun bagi Guardiola sejak menjadi arsitek di Camp Nou pada 2008.

Melawan Levante, Barcelona sebenarnnya kesulitan menembus pertahanan Levante. Gol yang ditunggu-tunggu Barcelona baru datang pada menit ke-28.
Berawal dari umpan Xavi Hernandez, Seydou Keita yang datang dari lini kedua berhasil melepaskan sundulan yang menggetarkan gawang Levante.

Tuan rumah menyamakan kedudukan pada menit ke-40. Sebuah kesalahan Gerard Pique dalam mengantisipasi bola, membuat Felipe Caicedo leluasa membobol gawang Barcelona.

Babak kedua masih milik Barcelona. Tapi, klub asal Katalunya tersebut masih kesulitan menembus pertahanan Levante di awal babak kedua.

Messi nyaris mencetak gol pada menit ke-57. Usai melewati empat pemain Levante, Messi melepaskan tendangan melewati kiper Gustavo Munua. Sayang, tendangannya masih membentur tiang gawang.

Barcelona tidak tampil ngotot di sisa pertandingan. Levante juga lebih banyak mengandalkan serangan balik. Kedudukan 1-1 akhirnya bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Levante: Munua; Venta, Ballesteros, Nano, Garcia; Torres, Iborra, Pallardo (Garcia, 82'); Valdo, Nadal; Caicedo (Stuani, 76').

Barcelona: Valdes; Alves, Mascherano, Pique, Abidal (Fontas, 62'); Xavi, Busquets, Keita; Afellay, Messi, Villa (Pedro, 86').
read more...

11 Mei 2011

AC Milan di Taklukan Palermo

AC Milan harus mengubur ambisi meraih gelar ganda musim ini setelah tersingkir dari Coppa Italia di leg kedua semifinal, Rabu dinihari WIB, 11 Mei 2011.
AC Mlan di Taklukan Palermo dengan skor 2- 1. Setelah bermain imbang 2-2 pada leg pertama di San Siro, kini Milan harus mengakui keunggulan Palermo di Renzo Barbera. Il Aquile pun memastikan satu tempat difinal dengan keunggulan angregat 4-3. Mereka nanti akan berjumpa pemenangan laga AS Roma versus Inter Milan.

Milan sendiri tidak bisa menurunkan Zlatan Ibrahimovic sejak awal pada pertandingan ini. Bomber maut yang menyumbang gol di laga awal mengalami cedera dan hanya bisa menunggu di bangku cadangan.

Sementara itu Peatih Inter Milan Massimo Moratti susumbar mengenai pencapaian gelar klubnya. Presiden Inter Milan itu merasa masih jauh lebih baik ketimbang AC Milan.

Secara fakta Milan memang menjadi juara di musim ini. Namun Moratti merasa itu bukanlah patokan.

Pengusaha minyak asal Italia itu berani menyebut Nerazzurri jauh lebih baik ketimbang Rossoneri dengan menengok banyaknya ajang yang diikuti pada musim ini serta pencapaian selama beberapa musim belakangan. Klub yang sekarang dibesut oleh Leonardo Araujo diketahui mencacat sejarah manis dengan merebut Scudetto selama lima musim berturut-turut.

“Inter masih lebih baik dari Milan meskipun mereka meraih Scudetto. Itu pasti karena kami tampil di banyak ajang,” ujar Moratti.

“Kami adalah juara dunia dan layak menikmatinya. Inter juga meraih lima gelar beruntun" tegasnya seperti dikutip Football Italia, Rabu (11/5/2011).
read more...

10 Mei 2011

20 Bomber Terbaik Liga Champions

20 Bomber Terbaik Liga Champions.

Liga Champion yang di gelar setiap tahun, memang mempunyai daya tarik tersendiri dikalangan pecinta persepakbolaan internasional,.

Liga Champion yang digelar kali ini menuai banyak bintang.

Dilansir dari Bleachererreport.com, ada 20 striker yang dapat dikatakan sebagai striker terbaik Liga Champions. Berikut daftarnya:

20. Zlatan Ibrahimovic
Penyerang asal Swedia ini telah mengoleksi 23 gol di ajang Liga Champions. Sepanjang karirnya, Ibra bermain untuk lima klub juara Liga Champions. Kelima klub tersebut adalah: Ajax Amsterdam, Juventus, Internazional Milan, Barcelona, AC Milan. Namun sayangnya, ia tidak pernah sekalipun mengangkat trofi Liga Champions.

19. Jari Litmanen
Litmanen merupakan bagian penting dari tim Ajax kala merengkuh gelar Liga Champions di tahun 1995. Di tahun tersebut, Litmanen mencetak 6 gol. Meski menghabiskan sebagian besar karirnya di Ajax Amsterdam, Litmanen juga pernah merasakan bermain di Barcelona dan liverpool. Total gol yang ia lesakkan dalam keikutseertaannya di Liga Champions berjumlah 23 ggol.

18. Giovani Elber
Penyerang asal Brasil ini merupakan salah satu bomber tersubur yang pernah dimiliki Bayern Munich. Total 133 gol yang ia cetak dalam 260 pertandingan yang ia lakoni kala membela Bayern Munich. Sedangkan untuk Liga Champions, Elber telah mengkoleksi 24 gol. Puncak prestasi Elber adalah kala membawa Die Roten menjuarai Liga Champions di tahun 2001 dengan menumbangkan Valencia melalui adu penalti, 5-4.

17. Hernan Crespo
Penyerang asal Argentina ini dikenal sebagai salah satu bomber paling produktif dalam sepakbola. Selama karirnya di dunia sepakbola, ia telah mencetak 300 gol. Prestasinya di tingkat Eropa pun cukup menakjubkan. Crespo telah mencetak 25 gol dari 64 penampilannya di Liga Champions. Gol-gol tersebut ia cetak saat membela 5 klub berbeda: Parma, Lazio, Inter Milan, Chelsea dan AC Milan.

16. Mario Jardel
Penyerang Brasil lain yang prestasinya cukup mengkilat di Liga Champions adalah Mario Jardel. Jardel lebih sering membela klub di liga kurang terkenal seperti FC Porto, Galatasaray dan Sporting Lisbon. Tapi 25 gol yang berhasil ia cetak menempatkan dirinya sebagai 20 striker terbaik Liga Champions.

15. Samuel Eto'o
Di usia 30, Samuel Eto'o telah berhasil menjadi pemain Afrika yang paling sukses dalam sejarah. Ia memegang banyak rekor juara La Liga. Keberhasilannya di liga domestik juga ditransfer ke sukses di panggung Eropa. Dia memiliki 27 gol dalam 69 penampilan karir bersama Real Madrid, Real Mallorca, Barcelona dan Inter Milan.

14. Rivaldo
Pemain Brasil yang memiliki tendangan kidal maut ini telah mencetak 27 gol dalam 73 penampilan di Liga Champions. Sebagian besar golnya dicetak kala dirinya membela Barcelona dengan torehan 20 gol dari 54 penampilan.

13. Cristiano Ronaldo
Striker asal Portugal ini telah mencetak 28 gol dalam 70 penampilan di tiga klub berbeda. Sporting Lisbon, Manchester United dan Real Madrid. Ronaldo juga pernah merasakan mengangkat tropi Liga Champions di tahun 2008 bersama Manchester United.

12. Roy Makaay
Penyerang asal Belanda ini telah melesakkan 29 gol dalam 61 penampilannya di Liga Champions. Gol-gol tersebut ia cetak kala membela Deportivo La Coruna dan klub raksasa Jerman, Bayern Munich. Meskipun tidak pernah mencapai final, ia dikenal sebagai striker yang memiliki 47,5 persen peluang mencetak gol setiap berlaga di kancah eropa.

11. Patrick Kluivert
Kluivert merupakan bagian dari generasi emas Ajax Amsterdam ketika memenangkan Liga Champions pada tahun 1995. Kluivert mencetak 29 gol dalam 71 penampilannya bersama Ajax, Barcelona dan Newcastle United.

10. David Trezeguet
Striker plontos asal Prancis ini sepanjang karirnya telah mengkoleksi 30 gol dalam 58 penampilannya di Liga Champions. Puncak karirnya di kancah Eropa kala tim yang ia bela, Juventus melaju ke final pada tahun 2003. namun sayang Juventus takluk oleh lawannya, AC Milan, melalui adu penalti.

9. Didier Drogba
Penyerang asal Pantai gading ini telah mencetak 33 gol dalam 67 penampilan di Liga Champions kala membela Olympique Marseille dan Chelsea.

8. Fernando Morientes
Striker Spanyol ini telah mencetak 33 gol dari 91 penampilannya di Liga Champions bersama Real Madrid, Monaco, Liverpool, Valencia dan Marseille. Karirnya lebih banyak dihabiskan bersama Real Madrid. Dan bersama Real Madrid, ia mampu memenangkan Liga Champions tiga kali, yaitu pada tahun 1998, 2000 dan 2002.

7. Lionel Messi
Usianya masih muda, baru 23 tahun. Namun penyerang mungil asal Argentina ini telah berhasil melesakkan 36 gol dalam 56 penampilannya di kancah Eropa bersama Barcelona. Jumlah ini akan terus bertambah, karena permainan Messi yang kian gemilang. saat ini, Messi sudah memiliki dua medali Liga Champions bersama Barcelona di tahun 2006 dan 2009. Medali tersebut akan bertambah jika Barca mampu mengalahkan Manchester United di final Liga Champions musim ini.

6. Alessandro Del Piero
Pemain setia Juventus ini dikenal sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa I Bianconeri di Liga Champions dengan 41 gol dari 88 penampilannya. Semuanya diraih selama Del Piero berseragam Juventus. Tahun 1996, Del Piero menjadi bagian dari skuad "Nyonya Tua" kala mengangkat trofi Liga Champions usai mengalahkan Ajax.

5. Filippo Inzaghi
Pemain yang kerap disapa Pippo ini merupakan legenda hidup AC Milan. Ia satu dari dua pemain yang mampu mencetak tiga kali hattrick dalam kompetisi Liga Champions. Selama berlaga di liga Champions, ia berhasil mengkoleksi 45 gol. 80 penampilannya di Liga Champions dilaluinya kala membela Parma, Juventus dan AC Milan. Bersama AC Milan, ia memenangi Liga Champions di tahun 2003 dan 2007.

4. Andrey Shevchenko
Pemain Ukraina berjuluk Predator ini telah melesakkan 48 gol dalam 100 penampilannya di Liga Champions bersama Chelsea, AC Milan dan Dynamo Kiev. Kala bersama AC Milan, ia berhasil merengkuh gelar juara Liga Champions di tahun 2003.

3. Thierry Henry
50 gol dari 109 penampilannya di Liga Champions membuat Thierry Henry patut disematkan sebagai salah satu striker terbaik Liga Champions. Pemain asal Prancis ini mendapat medali Liga Champions pada 2009 bersama Barcelona, setelah sebelumnya menjadi finalis bersama Arsenal pada 2006.

2. Ruud van Nistelrooy
Bersama PSV Eindhoven, Manchester United dan Real Madrid, Nistelroy berhasil membukukan 56 gol dalam 73 penampilannya. Sayangnya, meski produktif di Liga Champions, ia tidak pernah memenangkan Liga Champions.

1. Raul Gonzalez Blanco
Raul menjadi salah satu striker hebat dalam sejarah Spanyol. Sebelum hengkang ke Schalke 04, ia memiliki rekor 323 gol dalam 741 penampilannya kala membela El Merengeus. Sehingga layak jika ia dijuluki Pangeran Madrid. Mengenai prestasinya di kancah eropa, Raul telah mencetak 71 gol dalam penampilannya di kompetisi Liga Champions. 66 gol berasal dari 132 penampilannya bersama Real Madrid, dan 5 gol dari 12 penampilannya bersama Schalke. Prestasinya tersebut dilengkapi tiga medali juara Liga Champions berasama Real Madrid pada tahun 1998, 2000 dan 2002.

Itulah daftar striker terbaik Liga Champions posisi 20 hingga 11, berikut adalah posisi 10 hingga 1 bomber terbaik versi Bleachererreport.com. Nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Giovani Elber dan Mario Jardel menghiasi peringkat 20 hingga 11 striker terbaik di pentas Eropa era Liga Champions.

read more...

9 Mei 2011

Isi Surat FIFA kepada Ketua Normalisasi PSSI

Isi Surat FIFA kepada Ketua Normalisasi PSSI itulah yang menjadi pertanyaan saya ketika persoalan pssi tidak kunjung selesai,bahkan kelompok yang mengklaim didukung 78 pemilik suara PSSI tetap ngotot mengajukan banding untuk dua dari delapan nama yang ditolak itu, yakni Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal George Toisutta dan pengusaha Arifin Panigoro.

inilah Isi surat FIFA kepada Ketua Normalisasi PSSI Agum Gumelar yang dikirimkan tanggal 6 mei tersebut.

Bapak Ketua yang terhormat,

Kami telah menerima Laporan Kegiatan Komite Normalisasi tertanggal 5 Mei 2011. Kami telah memperhatikan isi laporan itu dan kami ingin memberikan selamat kepada Anda dan anggota Komite atas kerja bagus dan penting yang dilakukan sejauh ini. Kami juga memperhatikan fakta bahwa ada 9 bakal calon yang mengajukan banding kepada Komite Banding Pemilihan, termasuk Bpk Panigoro dan Bpk Toisutta.

Dalam konteks ini, kami ingin mengingatkan keputusan Komite Darurat FIFA pada 4 April 2011 yang antara lain menyatakan bahwa: “Komite Darurat FIFA (…) memastikan tidak bisanya empat bakal calon yang telah dibatalkan pencalonan mereka oleh Komite Banding pada 28 Februari 2011 dicalonkan sebagai kandidat pengurus PSSI. Mereka ialah Bpk Nurdin Halid, Bpk Nirwan Bakrie, Bpk George Toisutta, dan Bpk Arifin Panigoro.”

Dengan alasan itu, kami ingin menggarisbawahi bahwa Komite Banding Pemilihan pengurus (2011-2015, red) PSSI tidak diperkenankan memproses banding empat orang tersebut karena kasus mereka telah diputuskan oleh Komite Darurat FIFA. Dengan demikian, Komite Normalisasi PSSI tidak diperkenankan mengizinkan empat orang itu mencalonkan diri. Kami minta perhatian Anda sekali lagi bahwa kegagalan PSSI mematuhi keputusan ini bisa mengundang snksi keras, termasuk kemungkinan pembekuan. Akhirnya, kami ingin memberitahukan kepada Anda bahwa jika pembekuan itu disetujui Kongres FIFA, pembekuan itu hanya bisa dicabut oleh Kongres FIFA berikutnya.

Atas perhatian Anda, kami ucapkan terima kasih dan kami sekali lagi berharap Anda bisa menylesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

Hormat kami,

FIFA



Markus Kattner

Deputi Sekretaris Jenderal.

CC: AFC


Padahal dalam surat itu sudah jelas apa yang harus dilakukan oleh tim normalisasi PSSI, sebagai pencinta persepak bolaan Indonesia kita hanya berharap persoalan PSSI cepat selesai, dan terlepas dari kepentingan pribadi.
read more...

5 Mei 2011

Biografi Alfred Riedl pelatih TIMNAS Indonesia.

Alfred Riedl mulai terkenal setelah berhasil membawa TIMNAS Indonesia, masuk ke putaran final AFF 2010.

Tapi apakah semua masyarakat Indonesia tau tentang siapa dirinya.

Biografi Alfred Riedl pelatih TIMNAS Indonesia.

Alfred Riedl (lahir di Wina, Austria, 2 November 1949; umur 61 tahun) adalah seorang pelatih sepak bola dan mantan penyerang asal Austria. Sejak April 2010, ia resmi dikontrak oleh PSSI selama 2 tahun untuk bertugas sebagai Pelatih Timnas Indonesia.

Karier Klub

Alfred Riedl mengawali karier sebagai pemain sepak bola di klub lokal Austria yaitu FK Austria Wien dan kemudian ia memutuskan untuk meninggalkan Austria untuk bermain di klub Belgia Sint-Truiden pada usia ke 22 tahun. Setelah itu ia bermain selama 8 musim dalam Jupiler League (2 musim dengan Sint-Truiden, 2 musim dengan Royal Antwerp dan 4 musim bersama Standard Liège), kemudian Riedl sempat menikmati bermain untuk FC Metz di Perancis. Dia kembali ke Austria setelah setengah musim untuk bermain di Grazer AK dan kemudian bermain untuk Wiener Sportclub dan VfB Admira Wacker Mödling. Dia menyelesaikan musim dengan gemilang setelah meraih dua kali gelar sebagai pencetak gol terbanyak di Jupiler League.

Karier Internasional

Alfred Riedl telah 4 kali bermain untuk Timnas Austria, dan membuat debutnya pada bulan April 1975 melawan Timnas Hungaria.

Karier kepelatihan Riedl di klub diawali dengan melatih klub asal Maroko yaitu Olympique Khouribga pada tahun 1993-1994, setelah itu ia melatih klub asal Mesir Al-Zamalek tahun 1994-1995, kemudian Al Salmiya klub asal Kuwait, tahun 2001-03.

Pelatih Tim Nasional

Riedl mengawali karier sebagai pelatih ketika ia ditunjuk untuk menangani Austria pada tahun 1990-1992 , lalu Liechtenstein tahun 1997-1998, Palestina tahun 2004-05, Vietnam tahun (1998-2001, 2003-04, 2005-2007), dan Laos (2009). Pada Piala Asia AFC 2007, ketika ia melatih Vietnam dan mengantarkan kemenangan 2-0 atas UEA dan membantu tim Vietnam untuk bisa lolos sampai ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu. Sayangnya, pada akhir tahun 2007, setelah kinerjanya dianggap buruk pada ajang SEA Games 2007, dia pun dipecat dan digantikan oleh pelatih Henrique Calisto dari Portugal. Pada Oktober 2008, ia kembali ke Vietnam sebagai pelatih klub Xi Mang Hai Phong FC. Namun ia hanya bertahan 3 pertandingan saja karena kinerja yang dianggap buruk, dia pun diberhentikan. Pada tanggal 9 Juli 2009, ia menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala Laos, kontrak berjalan dua tahun. Pada tanggal 4 Mei 2010, Ketika dalam perjalanan ke Austria Alfred Riedl dihubungi dan kemudian ditunjuk sebagai pelatih baru dari Timnas Indonesia untuk melatih tim senior dan tim U-23. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengatakan melalui website mereka pada hari Selasa, bahwa Riedl akan resmi memulai pekerjaan barunya pada akhir pekan ini. Sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2010, Riedl dibantu oleh 2 asisten pelatih yaitu Wolfgang Pikal dan Widodo Cahyono Putro.

Riedl dikenal sebagai pelatih yang disiplin, dingin, tegas dan rendah hati. Ia tak pernah mengeluarkan statement yang bernada ejekan ataupun sindiran tentang tim lawan, dan tak ragu menindak pemain yang indisiplin, contohnya Boas Salossa, salah satu pemain terbaik yang dimiliki Indonesia, kini tidak dipanggil timnas di ajang AFF Cup karena tidak memenuhi panggilan tepat waktu.

Riedl juga mencatat sejarah dengan memasukkan dua pemain naturalisasi ke skuad timnas untuk pertama kalinya. Dua pemain tersebut yakni Christian “El Loco” Gonzales dan Irfan Bachdim. Sebuah keputusan yang tepat, karena dengan kehadiran dua pemain tersebut lini depan Indonesia menjadi garang.
read more...

Video Gol-gol MU ( Manchester United )Mengoyak Gawang Schalke

Video Gol-gol MU Mengoyak Gawang Schalke.Manchester United memastikan langkah ke final Liga Champions. Hasil ini diraih setelah mereka mengalahkan Schalke 4-1 di Semi final leg kedua, Rabu, 4 Mei 2011.

Agregat antar kedua tim menjadi 6-1. Di final MU akan menghadapi Barcelona yang telah lebih dulu lolos dengan menyingkirkan Real Madrid.

Di pertandingan dini hari tadi, dua dari empat gol MU dicetak Antonio Valencia dan Darron Gibson di babak pertama. Sisa dua gol lagi diborong Anderson di babak kedua tepatnya di menit 72 dan 76. Satu-satunya gol Schalke dicetak Jurado di menit 35.

Klik di sini
untuk lihat videonya

Partai final melawan Barca akan dimainkan pada 28 Mei 2011. MU akan sedikit diuntungkan karena final itu digelar di stadion seharga £900 juta, Wembley, London.
• VIVAnews
read more...

4 Mei 2011

Profil Real Madrid

Setelah bingung mau nulis apa, mau coba mengupas juara baru el-real kemaren dech profil Real Madrid,
Selama lebih satu abad Real Madrid tak sekadar membangun tradisi sebagai raksasa dengan banyak gelar juara dan rekor, tapi memberi kontribusi bagi pengembangan sepakbola Spanyol, Eropa, dan dunia.
Real Madrid mungkin klub dengan sejarah paling panjang. Mereka tak hanya sarat prestasi, tapi banyak melahirkan inovasi, dan peletak dasar industri sepakbola Eropa.

Tidak keliru jika FIFA menempatkannya sebagai klub paling sukses sepanjang abad ke-20, dengan 31 gelar Primera Liga Spanyol, 16 Piala Spanyol, sembilan gelar Piala dan Liga Champions, dan dua trofi Piala UEFA. Madrid adalah founding member FIFA, pendiri G-14 -- organisasi klub-klub terkemuka Eropa yang kini tukar nama menjadi Asosiasi Klub Eropa.

Selama lebih satu abad Real Madrid dikenal dengan dua nama lain; Los Merengues dan Los Blancos. Namun kedua julukan itu sempat hilang, ketika di tahun 1980-an wartawan Julio César Iglesias mempopulerkan nama La Quinta del Buitre. Lalu di masa kepemimpinan Florentinao Perez (2000-2006), Real Madrid dikenal dengan nama Los Galacticos.

La Quinta del Buitre mengacu pada sosok Emilio Butragueno yang tampil tak ubahnya burung pemakan bangkai, serta empat rekan yang menopangnya; Miguel Pardeza, Manuel Sanchiz Hontiyuelo, Michel, dan Martin Vasquez. Nama ini masih digunakan meski Pardeza meninggalkan klub, dan memperkuat Real Zaragoza tahun 1986. Awal 1990-an, julukan ini lenyap bersamaan dengan perginya Butragueno, Michel, dan Martin Vasaquez.

Julukan Los Galacticos mengacu pada bintang-bintang yang diboyong selama rejim Florentino Perez; Luis Figo, Roberto Carlos, Zinedine Zidane, Ronaldo, David Beckham, serta satu bintang lokal Raul Gonzales. Untuk semua itu, Perez berani melakukan tindakan kontroversial; salah satunya memboyong Figo dari Barcelona -- seteru abadinya -- dengan harga tertinggi. Tak berapa lama kemudian Madrid menggulingkan rekor pemain termahal Figo, ketika memboyong Zidane dari Juventus.

David Beckham diboyong untuk meningkatkan penjualan merchandise, dan mendongkrak brand name Real Madrid. Sampai saat ini era Los Galasticos masih menjadi perdebatan; berhasil atau tidak. Yang pasti, sebelum Beckham datang, Galacticos masih bisa meraih satu gelar domestik dan trofi Liga Champions. Setelah itu selama tiga musim Madrid tidak memenangkan apa pun.

Sejarah singkat

Sebelum 1897, penduduk Madrid tak mengenal sepak bola. Olahraga ini diperkenalkan sejumlah profesor dan pelajar Institución Libre de Enseñanza, dengan mendirikan Football Club Sky tahun 1897, yang bermain setiap Minggu pagi di Moncloa.

Klub terpecah menjadi dua di tahun 1900; New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Dua tahun kemudian Club Español de Madrid terpecah lagi, dan menghasikan pembentukan Madrid Football Club pada 6 Maret 1902.

Setelah tiga tahun berdiri, Madrid FC memenangkan gelar pertamanya dengan mengalahkan Athletic Bilbo di final Piala Spanyol. Klub ini pula yang menjadi pendiri Asosiasi Sepakbola Spanyol pada 4 Januari 1909. Saat itu klub dipimpin Adolfo Meléndez.

Tahun 1920, klub berganti nama menjadi Real Madrid. Adalah Raja Alfonso yang memberi nama Real, atau Royal, kepada klub itu. Sembilan tahun kemudian liga sepakbola Spanyol pertama didirikan. Si Putih meraih gelar Primera Liga Spanyol pertama tahun 1931, tahun berikut meraihnya lagi, dan menjadi klub pertama yang dua kali berturutan meraih gelar liga.

Tahun 1945 Santiago Bernabeu Yeste menjadi presiden. Di bawah kepemimpinannya Stadion Santiago Bernabeu dan Ciudad Deportiva dibangun kembali, setelah rusak pada perang sipil. Tahun 1953, Bernabeu memperkenalkan strategi memboyong pemain berkelas dunia dari luar negeri. Salah satunya, dan yang paling terkenal, adalah Alfredo di Stéfano. Jadilan Real Madrid klub multinasional pertama di dunia.

Tahun 1955, terinspirasi tulisan Gabriel Hanot -- wartawan dan editor L'Equipe mengenai pembentukan Copa Latina, turnamen yang melibatkan klub-klub Prancis, Spanyol, Portugal, dan Italia -- Bernabeu bertemu Bedrignan dan Gusztáv Sebes di Hotel Ambassador di Paris, dan membentuk turnamen yang kini bernama Liga Champions.

Madrid mendominasi Piala Champions dengan meraih trofi itu tahun 1956 sampai 1960, dan berhak atas trofi original dan hak mengenakan simbol UEFA sebagai penghargaan. Tahun 1966, Madrid memenangkan Piala Champions kali keenam dengan mengalahkan FK Partizan 2-1 di final. Saat itu Madrid telah benar-benar menjadi tim dengan pemain dari berbagai kebangsaan, dan dijuluki Ye-Ye Team.

Ye-Ye berasal dari yeah, yeah, yeah, chorus lagu Beatles berjuluk She Loves You, karena sebelum laga empat anggota Real Madrid berpose dengan pakaian Beatles dan wigs di surat kabar Dario Marca. Generasi Ye-ye juga mencapai final Piala Champions 1962 dan 1964, tapi gagal menjuarainya.

El Derbi madrileño

Fans Real Madrid melihat Atletico Madrid sebagai viable rival. Meski didirikan tiga pelajar Basque di tahun 1903, Atletico Madrid populer karena didukung para pembelot dari Marid FC. Namun bukan itu yang membuat hubungan fans kedua tim tegang sepanjang massa. Pendukung Madrid berasal dari kelas menengah, fans Atletico kebanyakan dari kelas pekerja.

Keduanya bertemu kali pertama pada 21 February 1929. Madrid memenangkannya. Rivalitas keduanya menyita perhatian internasional ketika di tahun 1959 bertemu di semifinal Piala Champions. Madrid memenangkan leg pertama 2-1 di Bernabeu, tapi kalah 1-0 di Metropolitano. Laga diulang, dan Madrid menang 2-1.

El Clásico

Rivalitas Real Madrid dengan Barcelona merupakan produk ketegangan politik Castilians dan Catalan. Madrid adalah pusat pemerintahan dan keluarga kerajaan. Di era diktator Jenderal Franco, Madrid merepresentasikan kekuatan centripetal konservatif.

Di sisi lain, hampir semua ide modernisasi politik; republikanisme, feneralisme, anarkisme, sindikalisme, dan komunisme, diperkenalkan di Spanyol dan menguat di Barcelona. Fashion, filosofi, dan seni, masuk ke Spanyol lewat Barcelona, sebelum diterima seluruh negeri.

Rivalitas keduanya tidak hanya berlangsung di Primera Liga Spanyol, tapi juga di Eropa. Serta tidak hanya di dalam lapangan, tapi juga di semua aktivitas bisnis olahraga. Di tahun 2000, kepergian Luis Figo ke Real Madrid memicu kemarahan publik Katalan.

Stadion

Real Madrid beberapa kali pindah stadion. Mereka pernah bermain di Campo de O'Donnell selama enam tahun, sejak 1912. Lalu pindah ke Campo de Ciudad Lineal, yang hanya berkapasitas 8,000 penonton.

Pada 17 Mei 1923, Madrid pindah Estadio Chamartín, yang berkapasitas 22.500 penonton. Dua dekade kemudian, Santiago Bernabeu Yeste melihat Estadio Chamartín tak layak lagi. Sebuah stadion baru dibangun, dan diresmikan pada 14 Desember 1947. Stadion itulah yang saat ini dikenal sebagai Stadion Santiago Bernabeu.

Stadion semula mampu menampung 120 ribu penonton, tapi dimordenisasi dengan tidak boleh ada penonton berdiri, menjadi berkapasitas 80.354 kursi.

Pada 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stefano diresmikan. Di tempat inilah Madrid menjalani latihan. Stadion ini berkapasitas 5.000 penonton, dan fans hanya menyaksikan tim mereka berlatih.

Keuangan

Berbeda dengan kebanyakan klub-klub di Eropa, Madrid -- sejak berdiri hinga saat ini -- dimiliki dan dijalankan oleh socio, atau anggota kelompok fans.

Anggota socio membeli tiket musiman. Jumlah mereka mencapai 68.670, dan merekalah yang menjadikan Madrid sebagai klub yang mampu menarik penonton terbanyak. Pada musim 2004-2005, jumlah penonton meningkat menjadi rata-rata 71.900 per pertandingan.

Di bawah Florentino Perez, musim 2000-2006, Madrid menjalankan ambisinya menjadi klub terkaya di dunia. Perez menjual kamp latihan ke kota Madrid tahun 2001, dan melepas kepemilikan atas empat anak perusahaan; Repsol YPF, Mutua Automovilística de Madrid, Sacyr Vallehermoso dan OHL, untuk membayar utang dan membeli Luis Figo, Ronaldo, Zinedine Zidane, dan David Beckham, yang membuat mereka dijuluki Los Galacticos.

Usai musim 2004/2005, Madrid mengakhiri status Manchester United sebagai klub berpenghasilan tertinggi di dunia selama delapan tahun. Penghasilan Madrid naik 17 persen menjadi £190m, berkat keberhasilan mengeksploitasi pasar Asia. Setelah era Perez berakhir, Madrid kembali berada di bawah MU.

Statistik dan Rekor

Manuel Sanchís Hontiyuelo masih memegang rekor tampil dengan 721 kali berlaga sebagai pemain inti antara 1983 sampai 2001. Forward Santillana di tempat kedua dengan 643 kali.

Iker Casillas paling banyak berada di bawa mistar Madrid, dengan 418 kali. Luis Figo menjadi pemain Madrid yang paling banyak memperkuat tim nasional, yaitu 127 kali mengenakan kostum Portugal.

Alfredo di Stéfano masih memegang rekor gol sepanjang masa, dengan 307 gol dalam 396 laga antara 1953 sampai 1964. Rekor gol Stefano di Eropa, 49 gol dari 58 pertandingan, bertahan sampai 2005. Adalah Raul Gonzales yang melewatinya di tahun 2005.

Di Stéfano juga memegang rekor klub sebagai pencetak gol terbanyak di liga, dengan 216. Raul Gonzales berpeluang melampauinya, karena saat ini sang kapten telah membuat 211 gol di liga, dan 304 di seluruh kompetisi.

Gol tercepat dalam sejarah klub dibuat Ronaldo. Striker asal Brasil itu melakukannya ke gawang Atletico Madrid, 3 Desember 2003, dalam waktu 15 detik.

Resminya, penonton terbanyak di Santiago Bernabeu terjadi dalam laga Piala Raja 2006, yaitu 83.329. Namun saat ini kapasitas stadion Madrid hanya 80.354. Rata-rata penonton tertinggi dalam satu musim adalah 76.234, yang dibuat musim 2007/2008. Ini juga yang tertinggi di Eropa.

Madrid paling banyak meraih gelar domestik; yaitu 31, dan memegang rekor juara lima kali berturutan sepanjang musim 1960-1965. Madrid juga memegang rekor tak terkalahkan paling panjang di dunia, yaitu 121 kali sepanjang Februari 1957 sampai 7 Maret 1965.

Di Eropa, Si Putih memegang rekor juara Piala/Liga Champions dengan sembilan kali, dan paling banyak tampil di semifinal, yaitu 21 kali. Raul Gonzales masih menjadi topscorer Liga Champions dengan 64 gol.

Madrid paling banyak berpartisipasi di Liga Champions, dengan 15 kali berturutan sepanjang 1955/56 sampai 1969/70. Nilai transfer Zinedine Zidane dari Juventus ke Madrid tahun 2001, sebesar £45.8 million, masih belum terlampaui. Namun rekor penjualan pemain baru dibuat Madrid musim panas 2008, ketika melepas Robinho ke Manchester City dengan harga £32.5 million.
read more...